Karakteristik Manajemen Berbasis Sekolah "Rifka Hutagaol " 1901010146

KARAKTERISTIK MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH 

A.Karaketersitik MBS dari Aspek Pelaksanaan MBS 

    Karakteristik MBS bisa dekitahui antara lain dari bagaimana sekolah dapat mengoptimalkan kinerjanya, proses pebelajaran, pengelolaan sumber belajar, profesonlisme tenaga kependidian, serta system administrasi secara keseluruhan. 
B. Karaketristik MBS dari Aspek Sistem 

       Manajemen Berbasis Sekolah memiliki karakteristik yang perlu dipahami oleh sekolah yang akan menerapkannya. Dengan kata lain, jika sekolah ingin sukses dalam menerapkan MBS, sejumlah karakteristik MBS perlu dimiliki. Karakteristik MBS tidak dapat dipisahkan dengan karakteristik sekolah efektif. Jika MBS merupakan wadah/kerangka, sekolah efektif merupakan isinya. Oleh karena itu, karakteristik MBS memuat secara inklusif elemen-elemen sekolah efektif yang dikategorikan menjadiinput, proses, dan output.  Karakteristik MBS memuat secara inklusif elemen-elemen sekolah efektif yang dikategorikan menjadi input, proses, dan output.
[24/10 14.02] Rifka Sriwati Hutagaol: 1. Input Pendidikan Input pendidikan adalah segala sesuatu yang harus tersedia karena dibutuhkan untuk berlangsungnya proses. Input perangkat lunak meliputi struktur organisasi sekolah, peraturan perundang-undangan, deskripsi tugas, rencana progam, dan sebagainya.
[24/10 14.03] Rifka Sriwati Hutagaol: 2. Proses 

    Sekolah yang efektif pada umumnya memiliki sejumlah karakteristik proses sebagai berikut: 

a. Proses Belajar Mengajar dengan Efektivitas yang Tinggi Sekolah yang menerapkan MBS memiliki efektivitas proses belajar mengajar (PBM) yang tinggi. 

b. Kepemimpinan Sekolah yang Kuat Pada sekolah yang menerapkan MBS, kepala sekolah memiliki peran yang kuat dalam mengoordinasikan, menggerakkan, dan menyerasikan semua sumber daya pendidikan yang tersedia. c. Lingkungan Sekolah yang Aman dan Tertib Sekolah dengan MBS memiliki lingkungan sekolah yang aman dan tertib.

d. Pengelolaan Tenaga Kependidikan yang Efektif Sekolah dengan SBM memiliki pengelolaan tenaga kependidikan yang efektif. 

e. Sekolah Memiliki Budaya Mutu Sekolah MBS memiliki budaya mutu yang memiliki elemn-elemen sebagai berikut: (a) informasi kualitas harus digunakan untuk perbaikan, bukan untuk mengadili/mengontrol orang; (b) kewenangan harus sebatas pada tanggungjawab; (c) hasil harus diikuti penghargaan (rewards) atau sanksi (punishment); (d) kolaborasi dan sinergi, bukan kompetisi, harus menjadi basis untuk kerjasama; (e) warga sekolah merasa aman terhadap pekerjaannya; (f) atmosfir keadilan (fairness) harus ditanamkan; (g) imbal jasa harus sepadan dengan nilai pekerjaannya; dan (h) warga sekolah merasa memiliki sekolah. 

f. Sekolah Memiliki Teamwork yang Kompak, Cerdas, dan Dinamis Sekolah dengan MBS memiliki Team work. Team Work merupakan karakteristik yang dituntut oleh MBS, karena output pendidikan merupakan hasil kolektif warga sekolah, bukan hasil individual.

g. Sekolah Memiliki Kewenangan (Kemandirian) Sekolah dengan MBS memiliki kewenangan sekolah yaitu melaksanakan yang terbaik bagi sekolahnya, sehingga dituntut untuk memiliki kemampuan dan kesanggupan kerja yang baik. 

h. Partisipasi yang Tinggi dari Warga Sekolah dan Masyarakat Sekolah yang menerapkan MBS memiliki karakteristik bahwa partisipasi warga sekolah dan masyarakat merupakan bagian kehidupannya. 

i. Sekolah Memiliki Keterbukaan (Transparansi) Manajemen Keterbukaan/transparansi dalam pengelolaan sekolah merupakan karakteristik sekolah yang menerapkan MBS. 

j. Sekolah Memiliki Kemauan untuk Berubah (Psikologi dan Fisik) Perubahan harus merupakan sesuatu yang menyenangkan bagi semua warga sekolah

k. Sekolah Melakukan Evaluasi dan Perbaikan Secara Berkelanjutan Sekolah dengan MBS selalu melakukan evaluasi dan perbaikan secara berkelanjutan. 

l. Sekolah Responsif dan Antisipatif terhadap Kebutuhan Sekolah selalu tanggap/responsif terhadap berbagai aspirasi yang muncul bagi peningkatan mutu. 

m. Memiliki Komunikasi yang Baik Sekolah dengan MBS memiliki komunikasi yang baik, terutama antar warga sekolah dan juga antara sekolah dan masyarakat sehingga kegiatan yang dilakukan oleh tiaptiap warga sekolah dapat diketahui. 

n. Sekolah Memiliki Akuntabilitas Akuntabilitas adalah bentuk pertanggungjawaban yang harus dilakukan sekolah terhadap keberhasilan program yang telah dilaksanakan. 

o. Manajemen Lingkungan Hidup Sekolah Baik Sekolah efektif melaksanakan manajemen lingkungan hidup sekolah secara efektif. 

p. Sekolah Memiliki Kemampuan Menjaga Sustainabilitas Sekolah yang efektif juga memiliki kemampuan untuk menjaga kelangsungan hidupnya (sustainabilitas), baik dalam program maupun pendanaannya. 

        3. Output yang Diharapkan Sekolah memiliki output yang diharapkan. Output sekolah adalah prestasi sekolah yang dihasilkan melalui proses pembelajaran dan manajemen di sekolah. Pada umumnya, output dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu output berupa prestasi akademik (academic achievement) dan output yang berupa prestasi non akademik (nonacademic achievement). Output prestasi akademik misalnya, NUAN/NUNAS, lomba karya ilmiah remaja, lomba (Bahasa Inggris, Matematika, Fisika), cara berfikir (kritis, kreatif divergen, nalar, rasional, induktif, deduktif, dan ilmiah). Output nonakademik, misalnya akhlak/budi pekerti, dan perilaku sosial yang baik seperti bebas narkoba, kejujuran, kerjasama yang baik, rasa kasih sayang yang tinggi terhadap sesama, solidaritas yang tinggi, toleransi, kedisiplinan, kerajinan, prestasi olahraga, kesenian, dan kepramukaan. 

Dengan demikian, secara umum karakteristik Manajemen Berbasis Sekolah adalah: 

1) Kemandirian, yang menggambarkan otonomi manajemen sekolah yang efektif dan layanan belajar yang bermutu, menggunakan evaluasi hasil belajar yang standar, prestasi pembelajaran. 

2) Kemitraan, memanfaatkan potensi pemangku kepentingan sekolah (pemberdayaan potensi sekolah) dan masyarakat. 

3) Partsiipasi, kepemimpinan sekolah yang lugas, visioner, antisipasif dan berjiwa enterpreneurship mengikutsertakan potensi sumber daya sekolah. 

4) Keterbukaan, senantiasa melakukan perubahan ke arah yang lebih baik dan kompetitif. 

5) Akuntabilitas, melakukan analisis kebutuhan, perencanaan pengembangan, dan evaluasi kinerja sesuai visi misi untuk mencapai tujuan dan target sekolah, menyediakan kesejahteraan personal sekolah yang cukup dan pantas. 

6) Sekolah tersebut menunjukkan adanya kegiatan pembelajaran. 

7) Sekolah merupakan agen perubahan. 

8) Adanya komunikasi yang efektif antara warga sekolah. 

9) Kepemimpinan yang efektif (memiliki kepribadian, manajerial, kewirausahaan). 

10) Adanya kolaboratif team work dan memiliki tujuan bersama. 

11) Adanya learning to discovery, dan adanya stakeholders. 

●   Pemberian Otonomi Luas Kepada Sekolah MBS memberikan otonomi luas kepada sekolah, disertai seperangkat tanggung jawab pengelolaan sumber daya dan pengembangan strategi sesuai dengan kondisi setempat.

● Partisipasi Masyarakat Dan Orang Tua. Dalam MBS, pelaksanaan program program sekolah didukung oleh partisipasi masyarakat dan orang tua peserta didik yang tinggi. 

Komentar